Sabtu, 21 Mei 2011

LAPORAN ANFISMAN (SISTEM OTOT)

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Otot merupakan suatu organ /alat yang dapat bergerak ini adalah suatu penting bagi organisme. Otot dikatakan sebagai alat gerak aktif. Gerakan tersebut disebabkan karena kerja sama antara otot dan tulang. Tulang tidak dapat berfungsi sebagai alat gerak jika tidak digerakan oleh otot. Otot mampu menggerakan tulang karena mempunyai kemampuan berkontraksi. Dalam kehidupan sehari-hari otot dikenal sebagai daging.
Otot adalah sebuah jaringan konektif dalam tubuh yang tugas utamanya kontraksi. Kontraksi otot digunakan untuk memindahkan bagian-bagian tubuh & substansi dalam tubuh. Otot dikaitkan pada tulang-tulang rawan (kartilago), jaringan ikat sendi (ligamentum), dan kulit (integumen). Pada kulit dan rambut, hanya dapat bergerak bila digerakkan oleh otot. Peredaran atau transpor zat makanan dalam usus maupun darah di dalam pembuluh darah, secara tidak langsung juga digerakkan oleh otot. Otot dapat berkontraksi karena adanya rangsangan. Umumnya otot berkontraksi bukan karena satu rangsangan, melainkan karena suatu rangkaian rangsangan berurutan.rangsangan kedua memperkuat rangsangan pertama dan rangsangan ketiga memeprkuat rangsangan kedua . dengan demikian terjadilah ketegangan atau tonus yang maksimum . tonus yang maksimum terus – menerus disebut tetanus. Berdasarkan bentuk morfologi, sistem kerja dan lokasinya dalam tubuh, otot dibedakan menjadi tiga, yaitu otot lurik, otot polos, dan otot jantung.
Berdasarkan uraian di atas untuk lebih memahami tentang Sistem Otot, maka perlu diadakannya suatu praktikum yang membahas tentang hal ini.
B. Tujuan Praktikum
Tujuan yang ingin dicapai pada praktikum kali ini adalah, sebagai berikut:
1. Mahasiswa dapat menjelaskan struktur dan kontrol tiga tipe otot yang berbeda.
2. Mahasiswa dapat menjelaskan anatomi mikroskopik tentang unit kontrakbilitas otot.
3. Mahasiswa dapat menjelaskan teori kompleks aktomiosin.
4. Mahasiswa dapat menjelaskan tentang kontraksi tunggal otot secara detail.
5. Mahasiswa dapat menganalisa otot utama berdasarkan asal, insersi, dan fungsinya.
6. Mahasiswa dapat membedakan antara otot antagonis dan sinergis.
7. Mahasiswa dapat membuat diagram dan memberikan nama sinap neuromuscular.
8. Mahasiswa dapat menjelaskan tentang motor end – plate.



C. Manfaat Praktikum
Manfaat yang diperoleh dari praktikum ini adalah, sebagai berikut:
1. Kita dapat mengetahui tentang sistem otot, baik fungsinya, cara kerjanya maupun tipe/macamnya.
2. Kita dapat mengetahui tentang diagram neuromuscular.
3. Dapat dijadikan sebagai tambahan literatur atau bahan bacaan pada praktikum ”Anatomi dan Fisiologi Manusia” selanjutnya.














BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Otot merupakan suatu organ/alat yang memungkinkan tubuh dapat bergerak. Ini adalah suatu sifat penting bagi organisme. Gerak sel terjadi karena sitoplasma mengubah bentuk (lihat cara pergerakan amuba). Pada sel-sel, sitoplasma ini merupakan benang-benang halus yang panjang disebut miofibril. Kalau sel otot mendapat rangsangan maka miofibril akan memendek. Dengan kata lain sel otot akan memendekkan dirinya ke arah tertentu (berkontraksi). Dalam garis besarnya sel otot dapat kita bagi dalam tiga golongan, yaitu: otot motoritas, otot otonom, dan otot jantung (Syaifuddin, 2006: 87).
Otot merupakan alat gerak aktif karena kemampuan berkontraksi . oto memendek jika sedang berkontraksi dan memanjang jika berelaksasi. Kontraksi otot terjadi jika otot sedang melakukan kegiatan, sedangkan relaksasi otot terjadi jika otot sedang beristirahat. Dengan demikian otot memiliki 3 karakter, yaitu: Kontraksibilitas yaitu kemampuan otot untuk memendek dan lebih pendek dari ukuran semula, hal ini teriadi jika otot sedang melakukan kegiatan. Ektensibilitas, yaitu kemampuan otot untuk memanjang dan lebih panjang dari ukuran semula. Elastisitas, yaitu kemampuan otot untuk kembali pada ukuran semula.
Otot tersusun atas dua macam filamen dasar, yaitu filament aktin dan filament miosin. Filamen aktin tipis dan filament miosin tebal. Kedua filamen ini menyusun miofibril. Miofibril menyusun serabut otot dan serabut otot-serabut otot menyusun satu otot
(http://upload.wikimedia.org/wikipedia/ms/thumb/c/c3/Otot_rangka.jpg/300px-
Otot_rangka.jpg).
Otot kerangka tidak bekerja sendiri-sendiri tetapi dalam kelompok-kelompok untuk melaksanakan gerakan dari berbagai bagian kerangka. Setiap kelompok berlawanan dengan yang lain dinamakan otot antagonis. Flexor adalah antagonis dan extensor, dan abduktor dari adduktor. Beberapa kelompok bekerja untuk menstabilkan bagian-bagian anggota sewaktu bagian lain bergerak: ini disebut otot fixasi. Lain lagi menguatkan sendi sementara yang lain bergerak, sebagaimana flexor dari otot pergelangan tangan menguatkan sewaktu jari diluruskan. Ini disebut sinergis (Pearce, 2004: 102).
Dalam tubuh terdapat tiga macam jaringan otot yaitu otot polos, otot serat lintang involunter dan otot serat lintang volunter. Otot polos tidak memperhatikan adanya garis-garis melintang dan terdapat pada sistem-sistem yang menjalankan fungsinya secara otomatis. Otot polos terdapat pada dinding treatus digestivus yang berperan dalam aktivitas gerak. Serabut otot tersusun sebagai berkas yang dibungkus oleh jaringan fibrosa, jaringan pengikat di antara masing-masing serabut otot disebut endomisium (Frandson, 1992: 137).
Tiga macam otot yang berbeda terdapat pada Vertebrata, yang adalah otot jantung yaitu otot yang menyusun dinding jantung. Otot polos terdapat pada dinding semua organ tubuh yang berlubang (kecuali jantung). Kontraksi otot polos pada umumnya tidak terkendali, memperkecil ukuran struktur-struktur yang berlubang ini. Pembuluh darah, usus, kandung kemih, dan rahim merupakan beberapa contoh dari struktur yang dinding sebagian besar terdiri dari otot polos. Jadi kontraksi otot polos melaksanakan bermacam tugas seperti meneruskan makanan kita dari mulut ke saluran pencernaan, mengeluarkan urin dan pada kerangka, otot ini dikendalikan secara sengaja (Kimball, 1983: 697).
Jaringan otot terdiri dari sel yang berbeda-beda dan mengandung protein kontraktil. Struktur biologi dari protein ini membangkitkan tekanan yang dibutuhkan untuk kontraksi seluler yang menimbulkan gerakan di antara organ tertentu dan tubuh sebagai suatu kesatuan, kebanyakan sel otot berasal dari mesoderm dan deferensiasinya terutama terjadi melalui proses pemanjangan secara berangsur-angsur disebut pembuatan protein miofibril (Kelley, 1995: 10).
Otot lurik disebut juga otot rangka atau otot serat lintang. Otot ini bekerja di bawah kesadaran. Pada otot lurik, fibril-fibrilnya mempunvai jalur-jalur melintang gelap (anisotrop) dan terang (isotrop) yang tersusun berselang-selang. Sel-selnya berbentuk silindris dan mempunvai banvak inti. Otot rangka dapat berkontraksi dengan cepat dan mempunyai periode istirahat berkali - kali. Otot rangka ini memiliki kumpulan serabut yang dibungkus oleh fasia super fasialis (http://www.docstoc.com/docs/25972416/Sistem-Alat-Gerak).



BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 18 Mei 2010, pukul 11.00 – 13.00 WITA, dan bertempat di Laboratorium Unit Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Haluoleo, Kendari.
B. Alat dan Bahan
1. Alat
Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah, alat tulis menulis.
2. Bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah alat peraga alat peraga persendian dan torso persendian.
C. Prosedur Kerja
Prosedur Kerja yang dilakukan pada praktikum kali ini adalah, sebagai berikut:
1. Menyediakan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Mengamati bahan yang ada dan menggambar hasil pengamatan serta menunjukkan bagian-bagiannya.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
1. Macam – Macam Otot
a. Otot Lurik
Keterangan:
1. Inti sel
2. Miofibril












b. Otot Polos

Keterangan:
1. Inti sel
2. Berkas otot polos











c. Otot Jantung

Keterangan:
1. Inti sel
2. Endomisium
3. Keping-keping interkalar











2. Otot Berdasarkan Letak dan Asalnya

a. Otot kepala dan leher

Keterangan:
1. Aponeurosis epikranial
2. Temporalis
3. Oksipitalis
4. Sternoklei-domastoidea
5. Frontalis
6. Orbikularis okuli
7. Zigomatikus
8. Bukinator
9. Orbikularis oris
10. Maseter





b. Otot Leher, toraks, dan abdomen (anterior)

Keterangan:
1. Sternoklei-domastoideus
2. Amohioid (inferior belly)
3. Pektoralis mayor
4. Deltoid
5. Triseps brakii
6. Lasitimus dorsi
7. Seratus anterior
8. Oblique abdominal eksternal
9. Rektus abdomionis
10. Oblique abdominal internal
11. Interkostal eksternal
12. Sternotiroid
13. Trapezius
14. Sternohioid















c. Otot badan (anterior)

Keterangan:
1. Sternoklei-domastoid
2. Trapezius
3. Deltoid
4. Pektoralis mayor
5. Seratus anterior
6. Linea laba
7. Oblique eksternal
8. Aponeurosis oblique eksternal
9. Interkostalis eksternal
10. Interkostalis internal
11. Pektoralis minor
12. Rektus abdominis
13. Oblique internal
14. Abdominis transversum














d. Otot-otot punggung

Keterangan:
1. M. sternoklei-domastoideus
2. M. spenius kapitis
3. M. rom-boideus minor
4. M. levator skapula
5. M. teres mayor
6. M. infra-spinatus fasia
7. Fasia tora-kolumbalis
8. M. latisimus dorsi
9. Fasia tora-kolumbalis abdominis
10. M. oblique eksternus
11. Krista iliaka
12. M. obliqus internus abdominis
13. M. seratus posterior inferior
14. M. seratus anterior
15. M. latisimus dorsi
16. M. seratus posterior superior
17. Fascia deltoidea
18. M. rom-boideus mayor

e. Otot-otot bahu kanan dan lengan

Posterior

Keterangan:
1. Levator skapula
2. Supraspinatus
3. Spina skapula
4. Infraspinatus
5. Deltoid
6. Kaput longus dari trisep brakii
7. Triseps brakii kaput lateral
8. Teres minor
9. Teres mayor

























Anterior

Keterangan:
1. Trapezius
2. Klavikula
3. Deltoid
4. Kaput minus dari biseps brakii
5. Kaput longus dari biseps brakii
6. Biseps brakii
7. Brakialis
8. Batas medial skapula
9. Subskapularis


























g. Otot lengan bawah kanan

Anterior

Keterangan:
1. Biseps brakii
2. Brakialis
3. Supinator
4. Pronator teres
5. Brakioradialis
6. Fleksor karpi radialis
7. Palmaris longus
8. Ekstensor karpi radialis longus
9. Fleksor digitorum profundus
10. Fleksor karpi ulnaris


Posterior

Keterangan:
1. Trisep brakii
2. Brakioradialis
3. Ekstensor karpi radialis longus
4. Fleksor karpi ulnaris
5. Ekstensor digitorum
6. Ekstensor karpi ulnaris





h. Otot-otot paha kanan dan pelvis

Anterior

Keterangan:
1. Iliopsoas
2. Tensor fasialata
3. Traktus tendon iliotibial
4. Sartorius
5. Rektus femoralis
6. Vastus lateralis
7. Tendon dari quadrisep femoris
8. Patella
9. Adduktor longus
10. Adduktor magnus
11. Gracilis
12. Vastus medialis
















Posterior

Keterangan:
1. Gluteus medius
2. Gluteus maxsimus
3. Gracillis
4. Adduktor magnus
5. Semitendi-nosus
6. Semimem-branosus
7. Traktus iliotibial tendon
8. Biseps femoris
9. Ruang popliteal
10. Gastrok-nemius




















i. Otot-otot kaki kanan

Anterior

Keterangan:
1. Patella
2. Tibialis anterior
3. Peroneus longus
4. Ekstensor digitorium longus
5. Fleksor digitorium longus
6. Tibia
7. Soleus
8. Gastrok-nemius



Posterior

Keterangan:
1. Biseps femoris
2. Vastus lateralis
3. Kaput fibula
4. Tibialis anterior
5. Ekstensor digitorum longus
6. Peroneus tertius
7. Tendon Achilles
8. Peroneus longus
9. Soleus
3. Otot Berdasarkan Cara Kerjanya

a. Otot sinergis



















b. Otot antagonis




















4. Otot Berdasarkan Kepalanya

Otot kepala satu Otot kepala dua
(M. Fusiformis) (M. Biseps)


















Otot berperut dua Otot berkepala banyak
(M. biventer) (M. Planus)



















Otot berperut banyak Otot berserabut satu sisi
(M. Intersectus) (M. Semipennatus)



















Otot berserabut dua sisi
(M. Pennatus)














5. Otot Berdasarkan Kedudukannya

Keterangan:
1. Origo
2. Insertio
3. Humerus
4. Ulna
5. Radius



































6. Otot Berdasarkan Garis Lintangnya

Rektus Oblingus













Serratus Tranversus


























7. Diagram Neuromuscular


























Keterangan:
1. Syaraf motorik
2. Otot
3. Neuron motorik
4. Ujung syaraf motorik
5. Vesikel asetilkolin
6. Celah sinaptik
7. Serabut otot berkontraksi
8. Vesikel asetilkolin yang terangsang oleh sinyal elektrik







B. Pembahasan
Otot merupakan sebuah jaringan konektif dalam tubuh yang tugas utamanya kontraksi. Kontraksi otot digunakan untuk memindahkan bagian-bagian tubuh & substansi dalam tubuh. Otot juga dikatakan alat gerak aktif. Gerakan tersebut disebabkan karena kerja sama antara otot dan tulang. Tulang tidak dapat berfungsi sebagai alat gerak jika tidak digerakan oleh otot. Otot mampu menggerakan tulang karena mempunyai kemampuan berkontraksi. Selain mampu berkontraksi (memendek) otot juga mampu berelaksasi. Jika otot berkontraksi tulang akan terangkat, dan otot disebut miofibril. Miofibril disusun oleh aktin dan miosin. otot memiliki 3 karakter, yaitu: kontraksibilitas yaitu kemampuan otot untuk memendek dan lebih pendek dari ukuran semula, hal ini teriadi jika otot sedang melakukan kegiatan; ektensibilitas, yaitu kemampuan otot untuk memanjang dan lebih panjang dari ukuran semula; elastisitas, yaitu kemampuan otot untuk kembali pada ukuran semula. Otot tersusun atas dua macam filamen dasar, yaitu filament aktin dan filament miosin. Filamen aktin tipis dan filament miosin tebal. Kedua filamen ini menyusun miofibril. Miofibril menyusun serabut otot dan serabut otot-serabut otot menyusun satu otot.
Berdasarkan jenisnya, otot dibedakan menjadi 3 bagian, yaitu: otot polos, otot jantung, dan otot lurik (otot rangka). Otot polos adalah salah satu otot yang mempunyai bentuk yang polos dan bergelondong. Cara kerjanya tidak disadari (tidak sesuai kehendak) / invontary, memiliki satu nukleus yang terletak di tengah sel. Otot ini biasanya terdapat pada saluran pencernaan seperti lambung dan usus. Otot jantung hanya terdapat pada jantung. Otot ini merupakan otot paling istimewa karena memiliki bentuk yang hampir sama dengan otot lurik, yakni mempunyai lurik-lurik tapi bedanya dengan otot lurik yaitu bahwa otot lirik memiliki satu atau dua nukleus yang terletak di tengah/tepi sel. Otot jantung adalah satu-satunya otot yang memiliki percabangan yang disebut duskus interkalaris. Otot ini juga memiliki kesamaan dengan otot polos dalam hal cara kerjanya yakni involuntary (tidak disadari). Otot Lurik (otot rangka) merupakan jenis otot yang melekat pada seluruh rangka, cara kerjanya disadari (sesuai kehendak), bentuknya memanjang dengan banyak lurik-lurik, memiliki nukleus banyak yang terletak di tepi sel, contohnya otot pada lengan.
Otot rangka disebut juga dengan otot lurik, karena serabut kontraktilnya karena memantulkan cahaya berselang seling gelap dan terang berjajar terakhir membentuk pita vertikel terhadap poros otak. Sel atau serabut rangka berbentuk silindris. Setiap sel berinti banyak yang terletak di sekitar sarkoplasma. Otot rangka bekerja di bawah kesadaran sehingga disebut dengan otot voluntery. Kontraksinya cepat, kuat tetapi mudah lelah. Otot rangka biasanya melekat pada rangka, lidah, bibir, telinga, kelopak mata, dan diafragma.
Otot polos disebut juga otot otonom, karena protoplasmanya licin dan tidak mempunyai garis-garis melintang. Otot polos berbentuk seperti gelondong karena bagian tengahnya besar, sedangkan kedua ujungnya meruncing dan mempunyai inti sel yang terletak di tengah-tengah. Apabila dilihat dari sifat kerjanya, otot polos bergerak lamban dan dipengaruhi oleh saraf otonom. Dengan demikian otot polos bekerja di luar kesadaran kita. Otot ini terdapat pada organ-organ dalam, seperti ventrikulus, kandung kemih, pembuluh darah dan lain-lain.
Otot jantung menyerupai atau berbentuk otot serat melintang dimana di dalam sel protoplasmanya terdapat serabut-serabut melintang yang bercabang-cabang. Otot ini berbeda dengan otot rangka karena sel-selnya panjang. Inti selnya berbentuk lonjong dan berwarna pucat, dimana terletak di tengah-tengah serabut. Serabut otot jantung bergaris melintang, tetapi tidak sejelas dengan otot rangka. Otot jantung dapat bergerak sendiri secara otomatis, atau di luar kesadaran karena mendapat rangsangan dari luar (susunan otonom).
Sifat kerja otot dibedakan atas antagonis dan sinergis. Antagonis adalah kerja otot yang kontraksinya menimbulkan efek gerak berlawanan, contohnya adalah: ekstensor( meluruskan) dan fleksor (membengkokkan), misalnya otot trisep dan otot bisep; abduktor (menjauhi badan) dan adduktor (mendekati badan), misalnya gerak tangan sejajar bahu dan sikap sempurna; depresor (ke bawah) dan adduktor ( ke atas), misalnya gerak kepala merunduk dan menengadah; dan supinator (menengadah) dan pronator (menelungkup), misalnya gerak telapak tangan menengadah dan gerak telapak tangan menelungkup. Sinergis adalah otot-otot yang kontraksinya menimbulkan gerak searah, contohnya pronator teres dan pronator kuadratus.
Berdasarkan letaknya otot dibedakan menjadi beberapa bagian, yaitu: otot kepala, otot leher, otot bahu, otot dada, otot perut, otot punggung, otot lengan dan otot paha.
Otot kepala. Otot ini dibagi menjadi 5 bagian yaitu; otot pundak kepala, yang fungsinya sebagian kecil membentuk gales apeneurotika yang disebut juga muskulus oksipitafrontalis yang dibagi menjadi 2 bagian yaitu muskulus frontalis dan oksipitalis; otot wajah, terbagi atas otot mata, otot bola mata, otot lingkar mata, otot kelopak mata; otot mulut atau bibir dan pipi, terbagi atas otot sudut mata dan mulut yang berfungsi menarik sudut mulut ke bawah, otot bibir atas, muskulus kuadratus labil inferior yang terdapat pada dagu, muskulus buksinator, membentuk dinding samping rongga mulut dan muskulus zigomatikus; otot pengunyah, otot yang bekerja pada waktu mengunyah yang terdiri atas muskulus maseter, yang mengangkat rahang bawah pada saat mulut terbuka, muskulus temporalis yang mengangkat rahang bawah ke atas dan ke belakang, muskulus pterigoid intermus dan eksternus yang menarik rahang bawah ke depan; otot lidah sangat berguna dalam membantu panca indra untuk mengunyah yang terdiri atas muskulus geniglous yang mendorong lidah ke depan dan muskulus stiloglosus yang menarik lidah ke atas dan ke belakang.
Otot leher. Otot ini terdiri atas 3 bagian, yaitu; muskulus plastima terdapat di sampaing leher menutupi sampai bagian dada; muskulus sternokleidomastoid di samping kanan dan kiri leher ada suatu tendo yang sangat kuat yang fungsinya menarik kepala ke samping kiri dan kanan; muskulus longisimus kapitis yang terdiri dari splenus dan semipinalis kapitis. Ketiga otot ini terdapat di belakang leher, terbentang dari belakang kepala ke prosesus spinalis korakoid.
Otot bahu. Otot ini hanya meliputi sebuah sendi saja dan membungkus tulang pangkal lengan dan tulang belikat akromion yang teraba dari luar. Otot ini terdiri atas 6 yaitu muskulus deltoid (otot segitiga) yang membentuk lengkang bahu dan berpangkal di bagian sisi tulang kerangka ujung bahu, balung tulang belikat dan diafise tulang pangkal lengan; muskulus subsakapularis otot (otot depan tulang belikat) yang mulai bagian depan tulang belikat manuju taju pangkal lengan; muskulus supraspinatus (otot atas balung tulang belikat) yang berpangkal di lekuk sebelah atas menuju taju besar tulang pangkal lengan. Muskulus infrapinnatus (otot bawah balung tulang belikat) yang berpangkal di lekuk sebelah bawah balung tulang belikat dan menuju ke taju besar tulang pangkal lengan; muskulus teres mayor (otot lengan bulat besar) yang berpangkal di siku bawah tulang belikat dan menuju ke taju kecil tulang pangkal lengan; muskulus teres minor (lengan belikat kecil) yang berpangkal di siku sebelah luar tulang belikat dan menuju ke taju besar tulang pangkal lengan.
Otot dada. Terdiri dari otot dada besar (muskulus pektoralis mayor) yang berpangkal di ujung tengah tulang selangka, tulang dada dan rawan iga; otot dada kecil (muskulus pektoralis minor) yang terdapat di bawah otot dada besar yang berpangkal di iga 1, 4 dan 5 menuju ke prosesus karakoid; otot bawah selangka (muskulus subklavikula) yang terdapat di antara tulang selangka dan ujung iga 1, bagian dada atas sebelah bawah tulang klavikula; otot gergaji depan (muskulus seratus anterior) yang berpangkal di iga 1 dan menuju ke sisi tengah tulang belikat, tetapi tebanyak menuju ke bawah; otot dada sejati yaitu otot-otot sela iga luar dan otot-otot sela iga dalam.
Otot perut. Terdiri atas muskulus abdominis internal (dinding perut). Garis di tengah dinding perut dinamakan linea alba otot sebelah luar; lapisan sebelah luar sekali dibentuk oleh otot miring luar (muskulus obiqus eksternus abdominis) yang berpangkal pada iga V sampai iga yang ke bawah sekali; lapisan otot kedua di bawah otot dibentuk oleh otot perut dalam (muskulus obliqus internus abdominis), serabut miring menuju ke atas dan ke tengah; muskulus transversus abdominis yang merupaka xifoid menuju artikule ke kostal terus ke simfisis.
Otot punggung. Terdiri atas otot punggung bagian belakang, yang terdiri atas 3 bagian, yaitu otot yang ikut menggerakkan lengan di antaranya otot trapezius (otot kerudung) yang terdapat di semua fasa ruas-ruas tulang punggung; muskulus latismus dorsi (otot punggung lebar) yang berpangkal pada ruas tulang punggung yang kelima dari bawah fasia lumboid, tepi tulang punggung dan iga 3 ke bawah, gunanya menutupi ketiak bagian belakang; muskulus rumboid (otot belah ktupat), berpangkal dari taju duri, dari tulang leher V, ruas tulang punggung V, menuju ke pinggir tengah tulang belikat; otot antar tulang belakang dan iga yang bekerja menggerakkan tulang iga atau otot bantu pernapasan yang terdiri dari 2 otot yaitu muskulus seratus posterior inferior (otot gergaji ke belakang bawah) yang terletak di bawah otot punggung leher, berpangkal di fasia lumbodorsalis dan menuju iga V dari bawah, muskulus seratus posterior superior, terletak di bawah otot belah ketupat dan berpangkal di ruas tulang leher keenam dan ketujuh dari ruas tulang punggung yang kedua; otot punngung sejati yang terdiri dari muskulus interspinalis transversi dan muskulus semispinalis, terdapat di antara kiri dan kanan prosesus transversus dan prosesus spina, muskulus erektor spinal terletak di samping ruas tulang belakang kiri dan kanan, muskulus kuadratus lumborum, terletak antara krista iliaka dan tulang kosta.
Otot lenagan. Terdiri dari pangkal lengan atas dan bawah. Pangkal lengan atas yang terdiri dari otot ketat (fleksor) yaitu muskulus biseps brakii (otot berkepala dua). Otot ini meliputi 2 sendi dan 2 buah kepala; muskulus brankialis (otot lengan dalam) yang berpangkal di bawah otot segitiga di tulang pangkal lengan, muskulus korakobrakialis yang berpangkal di prosesus korakoid dan menuju ke tulang pangkal lengan; otot lengan bawah yang terdiri dari muskulus ekstensor karpi radialis longus, muskulus ekstensor karpi radialis brevis, muskulus ekstensor karpi ulnaris, muskulus karpi radialis, muskulus ekstensor polieis longus.
Otot paha. Mempunyai selaput pembungkus yang sangat kuat dan disebut fasia lata yang dibagi atas 3 golongan yaitu otot abduktor yang terdiri dari muskulus abduktor maldanus sebelah dalam, muskulus abduktor brevis sebelah tengah, dan muskulus abduktor longus sebelah luar; muskulus ekstensor (otot berkepala empat) merupakan yang terbesar yang terdiri dari muskulus rektus femoris, muskulus vastus lateralis eksternal, muskulus vastus medialis internal, muskulus vastus intermedial dan otot fleksor femoris.
Berdasarkan arah lintangnya terdiri dari 4 bagian, yaitu otot seratus, otot obliqus, otot rektus, dan otot transversus. Otot seratus merupakan otot yang arahnya membentuk cekungan otot setengah lingkaran yang mana otot ini biasanya ditemukan pada bagian anterior dari otot perut. Otot obliqus merupakan otot yang arahnya miring, yang mana otot ini ditemukan pada otot perut khususnya bagian kanan internus. Otot rektus merupakan otot yang arahnya lurus ke bawah yang membentuk sebuah garis sumbu yang ditemukan pada otot-otot perut khususnya pada bagian superior. Otot transversus merupakan otot yang arahnya mendatar membentuk sebuah garis horozontal dan baisanya ditemukan pada otot perut bagian medial.
Berdasarkan kepalanya, otot dibedakan atas muskulus fusiformis, muskulus biseps, muskulus biventer, muskulus intersectus, muskulus planus, muskulus semipennatus, dan muskulus pennatus.
Muskulus fusiformis (otot berkepala satu), dimana serat otot-ototnya berada di salah satu sisi otot yang membentuk suatu garis lurus dari atas ke bawah. Muskulus biseps (otot berkepala dua), otot ini membelah hingga membentuk 2 bagian dengan serat-sertanya terdapat pada bagian sisi pada batas pembelahan, terdapat pada otot lengan pada bisep, kepala yang panjang melekat di dalam sendi bahu, kepala yang pendek melekatnya di sebelah luar. Muskulus biventer (otot berperut dua), serabutnya menuju ke atas yang ikut membentuk kandung otot perut lurus yang mempunyai 4 buah urat melintang. Muskulus intersectus (otot berperut banyak), dimana setiap perut ada sekatnya yang dibatasi oleh serabut-serabut otot dengan berbagai arah. Muskulus planus (otot berkepala banyak) dengan arah serabut ototnya mendatar yang mana otot ini ditemukan pada otot-otot lengan yang mana urat-uratnya melekat pada bagian olikrani. Muskulus semipennatus (otot yang berserabut satu sisi), arah serat-serat ototnya mendatar dan berjumlah banyak. Muskulus pennatus (otot berserabut dua sisi) yang arah serabut-serabut otot mebentuk arah vertikal pada sebelah kiri dan kanan.
Cara kerja sinap Neuromuscular yaitu jika impuls menjalar ke neuron motor pada sistem sensorik somatik menyebabkan serabut-serabut otot kerangka berkontraksi di tempat berakhirnya. Sambungan di antara terminal suatu neuron motor dan serabut otot disebut sambungan Neuromuscular. Sifat-sifatnya cukup serupa dengan suatu sinapsis terminal akson motor yang mengandung beribu-ribu vesikel yang menyimpan asetilkolin. Bila suatu impuls saraf mencapai terminal akson, beratus-ratus vesikel mengeluarkan asetilkolin ke permukaan serabut otot , sehingga akan terjadi kontraksi otot.





BAB V
PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan, dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Berdasarkan jenisnya, otot dibedakan menjadi 3 bagian yaitu; otot polos, otot lurik (otot rangka), dan otot jantung (otot kardiak).
2. Bila otot dirangsang maka timbul masa latent yang pendek yaitu sewaktu rangsangan diterima, kemudian otot berkontraksi yang berarti menjadi pendek dan tebal, dan akhirnya mengendor dan memendek kembali.
3. Aktomiosin terdiri dari aktin dan miosin yang sebagian besar saling bertautan sehingga menyebabkan miofibril memiliki pita terang dan gelap yang selang seling.
4. Kontraksi tunggal otot menyebabkan kontraksi singkat yang diikuti oleh relaksasi.
5. Cara kerja otot dibedakan menjadi 2 macam, yaitu; sinergis (cara kerja otot yang saling beriringan) dan antagonis (kerja otot yang saling berlawanan).
6. Sinap Neuromuscular merupakan saraf motorik sampai ke ujung serat saraf. Motor end-plate mengatur kontraksi aktivitas otot yang melibatkan ujung sensorik yang terdiri atas dua jenis yaitu gelondong otot saraf dan ujung saraf tendo.
B. Saran
Saran yang dapat saya ajukan pada kesempatan kali ini adalah agar pada praktikum selanjutnya laboratorium dapat menyiapkan bahan-bahan praktikum (dalam hal ini torso-torso otot) lebih lengkap, sehingga praktikan akan lebih mudah memahami serta mengetahui tentang sistem otot.
















DAFTAR PUSTAKA
Frandson, 1992. Anatomi dan Fisiologi Ternak. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Kelley, R., 1995. Histologi Dasar. EGC. Jakarta.

Kimball, J. W., 1983. Biologi Jilid 2 Edisi Kelima. Erlangga. Jakarta.

Pearce, E., 2004. Anatomi dan Fisiologi Manusia untuk Paramedis. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Syaifuddin, 2006. Anatomi dan Fisiologi untuk Mahasiswa Keperawatan. Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

(http://upload.wikimedia.org/wikipedia/ms/thumb/c/c3/Otot_rangka.jpg/300px-
Otot_rangka.jpg).

(http://www.docstoc.com/docs/25972416/Sistem-Alat-Gerak).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar